CINTA DIUJUNG JARUM JAM

Bagikan ke Teman! :





     Di kamar ini aku terpaku,menatap foto yang terpampang sejak 6 tahun lalu.PUTRI,fotonya lah yang terpajang rapi di dinding kamar ku.Dia adalah teman masa kecil ku.Teman yang selalu ada bersama ku selama di SD dulu.6 tahun sudah aku merindukannya.Dahulu,kami selalu bermain bersama,bercanda,tertawa dan menangis pun bersama.Terkadang kami juga sering bertengkar dan berdiam-diaman.Dia sangat manis,aku tak kan pernah bisa melupakan senyum manisnya,ditambah lesun di pipi kanan dan kiri menambah indah senyuman itu.Terlintas aku teringat dimana saat aku meninggalkannya.Walau berat,aku terpaksa harus pergi meninggalkannya.Karena ayah ku di mutasikan dari kantornya ke BANDUNG.Saat detik-detik perpisahan,dia sempat berpesan pada ku. “aku harap kamu baik-baik di sana,sering-sering datang dan jangan pernah sekali pun kamu melupakan aku.aku ingin kamu orang pertama yang mengucapkan sweet seventeen pada ku”.tuturnya sembari menghapus air matanya.Dan saat mobil yang aku dan keluargaku tumpangi perlahan mulai meluncur,terlihat dari kejauhan PUTRI berlari mengejar sambil melambaikan tangan.Disaat itu,ingin rasanya aku menghentikan mobil itu dan turun untuk memeluk sahabat terbaik ku itu,tapi apa daya aku tak punya kuasa apa-apa.Aku hanya bisa duduk terdiam sambil menahan air mata dan perih hati ku.Aku berjanji pada diri ku sendiri,aku pasti akan kembali seperti apa yang PUTRI inginkan.Aku akan datang tepat saat usia PUTRI 17 tahun.Aku baru sadar,bahwa selama 6 tahun ini aku sangat membutuhkannya,aku merindukannya dan aku tak bisa berpaling dari ingat tentangnya.Karena selama berpisah tak pernah ku dengar kabar tentang dia.Lama kelamaan perasaan ku berubah pada nya.Seiring usia ku beranjak dewasa,rasa di hati ku semakin tak menentu pada nya.Hanya ada 1 kalimat di hati ku,yaitu “aku ingin memilikinya”.Tekat ku sudah bulat,aku akan kembali ke MEDAN hanya untuk menemuinya.Besok adalah tepat hari ulang tahunnya yang ke 17.Aku akan datang tidak hanya sekedar menepati janjiku pada PUTRI,tapi aku ingin menyatakan isi hati ku,bahwa aku ingin menjadikannya kekasih ku.Aku harap PUTRI juga punya perasaan yang sama terhadap ku.Tunggu aku aku PUTRI,aku janji akan menjadi orang pertama yang akan mengucapkan happy sweet seventeen untuk mu.Dan aku pun tertidur dengan lelapnya.

       Hari itu pun tiba,akhirnya aku sampai juga di kota kelahiran ku.Aku pun langsung menuju penginapan terdekat.Aku memutuskan untuk tidak langsung menemui PUTRI.Aku ingin buat surprize untuknya.Saat jarum jam tepat diangka 00:00 wib,aku akan datang kerumahnya untuk menyatakan perasaan ku.Aku jadi gak sabar menanti waktu yang ku tunggu-tunggu.Aku beranjak ke tempat tdur untuk bristirahat.Sebelum aku tidur,tak lupa aku memasang alarm di jam ku.Aku pasang tepat jam 23:00 wib,supaya aku tidak terlambat datang kerumah PUTRI orang yang aku sayang.
      
 “Kring.......kring.....kring” aku langsung terbangun mendengar dering alarm pada jam ku.Aku langsung mencuci mukaku dan sedikit berdandan agar terlihat menawan saat berhadapan dengan PUTRI nanti.Aku pun berangkat kerumah PUTRI,tak lupa ku bawa bunga yg telah ku siap kan dari tadi.Sambil senyum-senyum aku terus berjalan menuju rumah PUTRI.Berharap PUTRI akan senang menyambut kehadiranku.akhirnya aku sampai juga di depan gerbang rumah putri.sambil menghela nafas panjang,aku pun membuka gerbang rumahnya dengan perlahan.”assalammualaikum.......assalammualaikum.......assalammualaikum”,”wa’alaikumsalam”,setelah 3 kali aku mengucapkan salam,baru terdengar ada yang menjawab salam ku.Aku kenal betul suara barusan yang menjawab salam ku.Ya,dia ibunya PUTRI.Dia pun membuka pintu dan nampak bingung.Sambil mengucek-ngucek matanya,dia pun mulai bertanya,”mau cari siapa ya dek?”,tanyanya.”oh,PUTRI nya ada bu?”,tanya ku sambil seraya menjabat tangan ibu PUTRI.”memangnya adek ini siapa?”,tanyanya kembali.”Saya BUDI bu,temennya PUTRI waktu di SD dulu,saya anaknya pak HAMDAN yang pindah ke BANDUNG.Saya jauh-jauh datang kemari hanya ingin menemui PUTRI bu,sudah 6 tahun saya tak berjumpa dengannya dan saya sangat merindukannya.PUTRI nya ada kan bu?”,tanya ku dengan hati dag dig dug.Tiba-tiba ibu PUTRI pun menangis tersedu-sedu.Dia menyuruh ku masuk dulu,dan dia pun berjalan menuju ke buffet kecil di sudut ruangan.Dibawanya sebuah bingkai,dan ternyata itu foto PUTRI.Sambil menangis,ibu PUTRI memandang foto anaknya itu dan berkata,” PUTRI,anak ibu,temen kamu,telah berpulang ke pangkuan sang khaliq  2 tahun yang lalu.Kecelakaan itu telah merenggut nyawa PUTRI ku.”ibu jangan bercanda dong.”sela ku tak percaya.”ibu tidak bohong nak,dia telah pergi tuk selamanya meninggalkan kita semua.”tuturnya.”gak mungkin,PUTRI gak mungkin meninggalkan qu ,dia memintaku untuk menemuinya malam ini.saat jarum jam tepat di angka 12 malam.jadi,dia gak mungkin mengingkari janjinya sendiri.ibu bohongkan????”aku semakin tak percaya.ibu PUTRI hanya menggeleng-gelengkan kepalanya sambil terus memandang foto anaknya itu.Aku pun langsung berlari keluar,aku berlari sekencang2nya.Menetes perlahan air mata ku,aku tak bsa bicara apa –apa lagi.Seluruh tubuh ku terasa kaku.Laksana tersambar petir aku mendengar kabar itu.”Teng.....teng....”,bunyi lonceng gereja terdengar.tepat jam 00:00 wib.”selamat ulang tahun sayang ku,semoga kamu bahagia disana.dan cintamu,takkan pernah berakhir di ujung jarum jam ini,selamanya akan ada di hatiku”.



by : kiekie woelandarie sang penyayang

0 komentar — Skip ke Kotak Komentar

Posting Komentar — or Kembali ke Postingan